RESUME DIGILIB ITS
INCREASING CHILLER PERFORMANCE BY ADDING BIODIESEL INTO SECONDARY REFRIGERANT
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-05-28 15:48:56
Oleh : ANDI JATMIKO KRESTIYANTO WIJAYA (NIM: 131 05 002); Tim Pembimbing
: Dr. Ir.Willy Ardiansyah; Dr. Yuli Setyo Indartono, ST. MT., S1 -
Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2011, dengan 7 file
Keyword : Rasio Kelistrikan Nasional Indonesia, Peningkatan
Performa Sistem Pengkondisian Udara, Pendingin Air, Refrigeran Sekunder
Biodiesel
Rasio Kelistrikan Nasional Indonesia sebesar 0,58 dari jumlah
penduduk yang ada, sehingga kebutuhan listrik di Indonesia masih cukup
besar. Untuk menunjang program
kelistrikan nasional, perlu dikembangkan teknik penghematan listrik.
Pengkondisian udara gedung-gedung besar memakai energi listrik 40 - 60%
dari total energi yang digunakan
gedung tersebut. Teknik penghematan listrik dapat dilakukan pada sistem
pengkondisian udara tipe pendingin air. Teknik penghematan ini dapat
dilakukan melalui penggantian
refrigeran sekunder yang tepat pada sistem pengkondisian udara tipe chiller.
Penelitian ini bertujuan menghemat penggunaan energi melalui peningkatan
kinerja/performansi (COP) pada sistem pengkondisian udara tipe chiller.
Peningkatan kinerja ini dilakukan melalui penambahan biodiesel minyak
kelapa sawit pada refrigeran sekunder air yang dapat memberikan dampak
penghematan energi.
Dalam penelitian ini dilakukan pengujian bahan berubah fasa dari
kandidat bahan berubah fasa yang telah diseleksi sebelumnya. Dari
kandidat tersebut kemudian dipilih
biodiesel minyak kelapa sawit sebagai fokus dari tugas akhir ini.
Biodiesel minyak kelapa sawit ini kemudian kita tambahkan ke dalam
instalasi sistem pengkondisian udara tipe chiller di Lab Termodinamika
PAU ITB dan diuji kinerjanya. Hasilnya kemudian dibandingkan dengan
kinerja sistem tanpa penambahan biodiesel minyak kelapa sawit.
Dari hasil penelitian, peningkatan kinerja terbaik dicapai oleh
kombinasi 0,975 Air + 0,025 Biodiesel Minyak Kelapa Sawit (% massa)
sebagai refrigeran sekunder dengan
penghematan 8.57% pada daya kompresor dibandingkan dengan air dari
pengujian selama 8 jam sedangkan kenaikan COP hingga 289% dibandingkan
dengan penggunaan air sejuk
(chilled water).