resume dari digilib ITS
REPAIR METHOD ON SILENCING SKIN OF EXHAUST CONE AIRBUS 320 WITH ADDITION OF PERFORATED AND SOLID DOUBLER USING GTAW TECHNIQUE
Created by :RACHMADANI, WINDA AFRILIA ( 2109100001 )
| Subject: | Las |
| Alt. Subject : | Welding |
| Keyword: | Exhaust cone Silencing skin Pengelasan GTAW Doubler Standar kualifikasi pengelasan AWS D2.1 dan B17.1 |
Description:
Exhaust
cone adalah bagian dari pesawat terbang yang terletak di belakang
turbin, mempunyai fungsi sebagai jalan keluar gas pembuangan
berkecepatan tinggi yang berasal dari turbin, dan untuk meminimalkan
turbulensi. Kerusakan berupa single crack terjadi pada silencing skin
dari exhaust cone. Perbaikan dengan metode penambahan doubler berbentuk
solid menggunakan teknik pengelasan GTAW telah dilakukan, namun hasil
perbaikan belum dikualifikasi sesuai dengan standar aplikasi fusion
welding pada komponen pesawat terbang yang tercantum pada AWS B2.1 dan
D17.1. Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk perbaikan kerusakan
tersebut, yaitu dengan penambahan doubler berbentuk perforated yang
sesuai dengan bentuk material aslinya pada exhaust cone A320. Penelitian
ini bertujuan untuk memperoleh mekanisme perbaikan exhaust cone serta
memperoleh hasil kualifikasi perbaikan sesuai standart.
Perbaikan dan kualifikasi sesuai standar tersebut dilakukan dengan cara
simulasi, yaitu dengan pembuatan spesimen yang menyerupai bentuk
material asli dari exhaust cone. Dilakukan kualifikasi hasil pengelasan
dengan cara pengujian NDT-Penetrant Test untuk mengetahui cacat pada
permukaan sesuai dengan standar ASTM E 1417. NDT-Radiographic Test untuk
mengetahui adanya cacat pengelasan pada bawah permukaan sesuai dengan
standar ASTM E 1032 dan ASTM E 94. Microhardness test untuk mengetahui
distribusi kekerasan pada daerah pengelasan sesuai dengan standar ASTM E
384. Metallography test untuk mengetahui joint geometri pengelasan
sesuai dengan standar ASTM E 03. Shear test untuk mengetahui tegangan
geser spesimen hasil pengelasan.
Dari hasil observasi yang telah dilakukan tidak ditemukan adanya cacat
pada spesimen hasil pengujian, sehingga kriteria persyaratan dapat
dipenuhi. Dari pengujian microhardness pada daerah HAZ dari hasil
pengelasan spesimen doubler perforated dan solid menunjukkan terdapat
kenaikan kekerasan sebesar 16% dari base metal. Hasil pengujian geser
tidak dapat dibandingkan dengan standar, karena luas patahan tegak lurus
dengan arah gaya dan terjadi pada logam induk yang berbentuk
perforated, sehingga tegangan yang mematahkan daerah tersebut adalah
tegangan tarik. Untuk pemakaian dapat digunakan doubler perforated untuk
mengembalikan fungsi utamanya, namun pemakaian doubler solid dapat
dilakukan dengan mempertimbangkan waktu dan selama dari hasil pengujian
masih memenuhi kriteria persyaratan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar