Minggu, 28 September 2014

METODE PERBAIKAN PADA SILENCING SKIN DARI EXHAUST CONE PESAWAT AIRBUS 320 DENGAN PENAMBAHAN DOUBLER BERBENTUK SOLID DAN PERFORATED MENGGUNAKAN TEKNIK PENGELASAN GTAW

resume dari digilib ITS

REPAIR METHOD ON SILENCING SKIN OF EXHAUST CONE AIRBUS 320 WITH ADDITION OF PERFORATED AND SOLID DOUBLER USING GTAW TECHNIQUE

Created by :
RACHMADANI, WINDA AFRILIA ( 2109100001 )



SubjectLas
Alt. Subject Welding
KeywordExhaust cone
Silencing skin
Pengelasan GTAW
Doubler
Standar kualifikasi pengelasan AWS D2.1 dan B17.1

Description:
Exhaust cone adalah bagian dari pesawat terbang yang terletak di belakang turbin, mempunyai fungsi sebagai jalan keluar gas pembuangan berkecepatan tinggi yang berasal dari turbin, dan untuk meminimalkan turbulensi. Kerusakan berupa single crack terjadi pada silencing skin dari exhaust cone. Perbaikan dengan metode penambahan doubler berbentuk solid menggunakan teknik pengelasan GTAW telah dilakukan, namun hasil perbaikan belum dikualifikasi sesuai dengan standar aplikasi fusion welding pada komponen pesawat terbang yang tercantum pada AWS B2.1 dan D17.1. Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk perbaikan kerusakan tersebut, yaitu dengan penambahan doubler berbentuk perforated yang sesuai dengan bentuk material aslinya pada exhaust cone A320. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh mekanisme perbaikan exhaust cone serta memperoleh hasil kualifikasi perbaikan sesuai standart. Perbaikan dan kualifikasi sesuai standar tersebut dilakukan dengan cara simulasi, yaitu dengan pembuatan spesimen yang menyerupai bentuk material asli dari exhaust cone. Dilakukan kualifikasi hasil pengelasan dengan cara pengujian NDT-Penetrant Test untuk mengetahui cacat pada permukaan sesuai dengan standar ASTM E 1417. NDT-Radiographic Test untuk mengetahui adanya cacat pengelasan pada bawah permukaan sesuai dengan standar ASTM E 1032 dan ASTM E 94. Microhardness test untuk mengetahui distribusi kekerasan pada daerah pengelasan sesuai dengan standar ASTM E 384. Metallography test untuk mengetahui joint geometri pengelasan sesuai dengan standar ASTM E 03. Shear test untuk mengetahui tegangan geser spesimen hasil pengelasan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan tidak ditemukan adanya cacat pada spesimen hasil pengujian, sehingga kriteria persyaratan dapat dipenuhi. Dari pengujian microhardness pada daerah HAZ dari hasil pengelasan spesimen doubler perforated dan solid menunjukkan terdapat kenaikan kekerasan sebesar 16% dari base metal. Hasil pengujian geser tidak dapat dibandingkan dengan standar, karena luas patahan tegak lurus dengan arah gaya dan terjadi pada logam induk yang berbentuk perforated, sehingga tegangan yang mematahkan daerah tersebut adalah tegangan tarik. Untuk pemakaian dapat digunakan doubler perforated untuk mengembalikan fungsi utamanya, namun pemakaian doubler solid dapat dilakukan dengan mempertimbangkan waktu dan selama dari hasil pengujian masih memenuhi kriteria persyaratan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar